Ulil & Khutbah di Kapal
Seminggu yang lalu, saya naik kapal PELNI Lambayu dengan
rute Surabaya-Makassar- BauBau -Ambon. Perjalanan
kapal membutuhkan waktu 3 (tiga) hari sampai tujuan.
Di Masjid kapal, selalu diadakan pengajian/qultum
sesudah sholat jamaah.
Berkali-kali saya dengar khutbah seperti ini:,”Kalau
Sdr Ulil Abshar Abdalla hidup pada zaman Sahabat Umar,
maka pedang telah menggorok lehernya”.
Speaker pengajian di dengarkan oleh semua penumpang
kapal, karena speaker kapal on dan live untuk seluruh
penumpang.
Telinga dan jiwa saya berontak, spontan khotib saya
“labrak”, saya berkata dengan sangat sopan kepada dia ,” pernah
ketemu,membaca, mendengar atau berdiskusi langsung dengan Ulil Abshar Abdalla tentang Islam?”. Sang Khotib dengan sopan pula menjawab
dengan polosnya,”belum! “.
Kalau begitu,”Jika Anda hidup di zaman Sahabat Umar, memfitnah orang tanpa dasar,
Maka tidak sekedar pancung yang menghukum Anda!”.
kesalahan yang sering kita buat adalah seringnya kita terlalu cepat mengambil kesimpulan terhadap apa yang kita lihat dan kita dengar. padahal, apa yang kita lihat dan dengar belum tentu sesuai dengan kenyataannya yang sebenarnya. Kanjeng Nabi SAW. mengajarkan untuk memperbanyak “SILLATURRAHMI”. inilah jawaban agar kita terhindar dari kesalahan-kesalahan antar sesama. QULTUM